Am I that egoist?
Berselisih pendapat dalam suatu hubungan (katanya) hal yang biasa. Justru dengan adanya konflik membuat kita semakin solid (sekali lagi…katanya). Gimana kalo perselisihan itu terjadi pada orang yang sangat dekat di hati kita? Apakah kita tetep objective dalam melihat masalah tersebut?
Semua pertanyaan ini dimulai ketika pagi ini gue bangun dan ga bisa tidur setelah mengalami pertengkaran yang sangat hebat dengan seseorang. Seseorang yang gue sangat harapkan bisa mengerti keadaan gue. Malem kemaren dia komplein katanya saya ga pernah bisa memberikan space buat dia menikmati dirinya. Tapi dalam pandangan gue, dia egois banget karena selama ini gue selalu memberikan dia space (dengan gue rela2 aja dia nyuekin gue, dan marah-marahin gue).
Gue ngerti banget dia saat ini sedang banyak sekali masalah (keluarga dan kerjaan). Dan lagi-lagi…dia mengharapkan saya untuk mengerti dia. Tetapi dalam sisi saya, gue juga capek harus mejadi orang yang jadi “tumbal” ketika dia dalam posisi yang tidak enak. Akhirnya kita menghabiskan waktu ber jam-jam untuk berkutat dimasalah yang itu-itu aja..tanpa ada penyelesaian yang memuaskan!!
Tapi pertanyaan gue: emang salah ya gue minta sedikit perhatian dan toleransi dia untuk mengerti kebutuhan gue? Apakah gue seegois itu untuk cuma minta dimengerti?
Seorang sahabat bilang kalo gue ini seperti lilin, dimana gue rela aja membakar diri gue untuk menerangi hidup seseorang. Tapi bagaimanapun juga sebatang lilin ini manusia, dimana dia mengharapkan suatu asas timbal balik. Dan sekarang yang menjadi pertanyaan si lilin ini “apakah dia egois hanya untuk mengharapkan suatu nicer little bit touch dari orang yang sangat berarti buat lilin tersebut? “